Lampung Timur (19/10). Yayasan Al-Manar Khamilal Qur’an kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mencetak generasi Qurani yang unggul dan berakhlakul karimah. Lembaga pendidikan ini sukses menyelenggarakan kegiatan ujian hafalan Al-Qur’an yang dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Al-Manar Khamilal Qur’an pada Minggu, (18/10).
Sebagai salah satu yayasan pendidikan Islam binaan LDII Kabupaten Lampung Timur, Yayasan Al-Manar Khamilal Qur’an terus aktif membina potensi generasi muda. Di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan, Teguh Subroto, lembaga ini konsisten mengintegrasikan pendidikan ilmu agama dan pembentukan karakter Qurani secara berkelanjutan.
Pelaksanaan ujian hafalan pada hari Minggu tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh antusiasme. Aula Ponpes Al-Manar Khamilal Qur’an tampak dipadati oleh para peserta ujian, para penguji, dewan asatidz, serta para pendamping yang menyaksikan jalannya evaluasi hafalan ayat suci Al-Qur’an dengan rasa bangga.
Ketua Panitia Pelaksana, Ust. Abdul Ghofur, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa kegiatan ujian ini mencatatkan partisipasi yang luar biasa dari para santri dan pelajar di berbagai tingkatan hafalan. Tingginya minat peserta menunjukkan keberhasilan pembinaan tahfidz di tingkat akar rumput.
“Jumlah peserta yang mengikuti ujian hafalan ini kurang lebih mencapai 90 orang. Range atau rentang hafalan yang diujikan cukup bervariasi, mulai dari hafalan Juz 30, kemudian berlanjut hingga Juz 16, serta ada pula yang menguji hafalan pada Juz 1,” ujar Abdul Ghofur saat ditemui di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Abdul Ghofur merinci bahwa cakupan peserta pada ajang kali ini sangat luas dan melibatkan berbagai wilayah pelayanan dakwah. “Peserta ujian ini datang dari berbagai Pimpinan Cabang, di antaranya dari PC Way Jepara, Labuhan Ratu, Braja Selebah, Sribhawono, hingga Sekampung udik,” imbuhnya menegaskan solidnya koordinasi antar-PC di Lampung Timur.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Al-Manar Khamilal Qur’anyang juga menjabat Bendahara DPD LDII Lampung Timur Mochammad Zumar, menyampaikan pandangannya mengenai esensi jangka panjang dari penyelenggaraan ujian tahfidz tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar evaluasi kemampuan kognitif menghafal ayat, melainkan fondasi pembentukan kepribadian umat.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini adalah melahirkan generus LDII yang semakin mencintai Al-Qur’an, memahami makna kandungannya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Zumar.
Ia juga menambahkan visi strategis yayasan untuk masa depan dalam memperkuat ketahanan moral masyarakat. “Ke depan, kami berharap semakin banyak generus LDII yang bisa menghafalkan Al-Qur’an dan membantu dalam pembinaan akhlaq serta penguatan ukhuwah islamiyah di tengah-tengah masyarakat luas,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Mochammad Zumar menegaskan bahwa kontribusi lembaga pendidikan non-formal dan pondok pesantren memiliki peran krusial dalam mendukung pembangunan nasional di sektor mental dan spritual.
“Melalui program tahfidz ini, kami juga berharap bisa membantu pemerintah dalam membina umat beragama ke depannya, menciptakan masyarakat yang damai, religius, serta memiliki daya saing moral yang tangguh,” pungkasnya.
Suksesnya penyelenggaraan ujian hafalan Al-Qur’an ini sekaligus menjadi bukti nyata efektivitas sistem pembinaan yang diterapkan di lingkungan Yayasan Al-Manar Khamilal Qur’an. Dukungan penuh dari para orang tua, dewan pengajar, serta pengurus LDII se-Lampung Timur menjadi motor penggerak utama dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang siap berbakti bagi agama, nusa, dan bangsa. (Kontributor: dps_lamtim)
















